Kamis, 11 Desember 2008

pancaran hidup

di pagi hari aku berangkat bekerja tampak olehku seorang lelaki mengorek-ngorek tong mencari nasi sepintas hatiku sedih terasa miskin badan sendiri di tengah kekayaan negeri raya awak menjadi peminta-minta lalu mataku menoleh ke badannya tampak tegap-teguh semata tiada cacat membuat celaka hatiku marah :orang begini tak perlu di kasihani di dunia ALLAH penuh rezeki ia tinggal bermalas diri aku tak terharu lagi sejak bapak tak menciumku lagi di ubun aku tak terharu lagi sejak perselisihan tak selesai dengan ampun keharuan menawan ketika bung karno bersama rakyat teriak ''MERDEKA''17 kali keharuan menawan ketika pasukan gerilya masuk yogya sesudah kita rebut kembali aku rindu keharuan waktu hujan membasahi bumi sehabis kering sebulan aku rindu keharuan waktu bendera dwiwarna berkibar di taman pahlawan aku ingin terharu melihat garis lengkung bertemu di ujung aku ingin terharu melihat dua tangan damai berhubung kita manusia perasa yang lekas terharu.pagiku hilang sudah melayang hari muda ku sudah pergi sekarang petang datang membayang batang usiaku sudah tinggi aku lalai di pagi hari beta lengah di masa muda kini hidup meracun hati miskin ilmu,miskin harta hanya menambah luka sukma kepada yang muda ku harapkan atur barisan di pagi hari menuju ke ambang padang bekti.

pancaran hidup

Senin, 17 November 2008

cinta terhalang tembok

Sudah sekian lama aku menunggu dirimu